G
GAPURANetwork Expansion Studio
Model Category-Led V3
MODEL DOCUMENTATION · V3

Dari sinyal pasar menjadi 285 lokasi GAPURA

Model bekerja dalam dua keputusan terpisah: memilih kecamatan yang menarik, lalu mencari titik POI paling strategis di dalam kecamatan tersebut. Constraint jarak dan kuota diterapkan setelahnya.

UNIT ANALISISKecamatan

Maksimum satu GAPURA untuk setiap kecamatan.

TITIK FINALPOI strategis

Bukan koordinat site atau demand anchor.

TARGET285 lokasi

42 Inner · 99 Outer · 144 West Java.

OBJECTIVERevenue uplift

Prioritas pasar kuat dengan dukungan aktivitas POI.

01
KECAMATAN SCORING

Dua sinyal untuk menentukan prioritas wilayah

Semua KPI terlebih dahulu dijumlahkan pada level kecamatan. Nilainya diubah menjadi percentile 0–100 agar metrik dengan satuan berbeda dapat dibandingkan. Bobot Revenue dan POI dapat diubah langsung dari slider dashboard dan selalu berjumlah 100%.

REVENUE OPPORTUNITY65% Revenue + 20% VLR
+ 10% HVC rate + 5% User base
Percentile dibandingkan terhadap seluruh kecamatan dalam data.
× bobot dinamis
POI OPPORTUNITY80% volume kategori berbobot
+ 20% keberagaman kategori
Volume dibandingkan dalam region yang sama.
=
SELECTION SCOREDefault 55% Revenue
+ 45% POI
Digunakan untuk mengurutkan prioritas kecamatan.
Revenue Opportunity breakdown0–100
65%Prepaid revenueTotal revenue seluruh site pada kecamatan
20%VLRTotal VLR seluruh site pada kecamatan
10%HVC rateTotal HVC dibagi total user base
5%User baseTotal user seluruh site pada kecamatan
Bobot strategis kategori POIFIT INDEX
Elektronik & Telekomunikasi100
Pusat Perbelanjaan95
Perdagangan Harian90
Transportasi87
Bisnis & Perkantoran82
Aktivitas & Gaya Hidup78
Pendidikan68
Permukiman64
Pelayanan Publik60
02
ELIGIBILITY & EXACT POINT

Pilih kecamatan dahulu, kemudian koordinat final

Kecamatan berperingkat tinggi belum otomatis terpilih. Model mencari POI dari kategori aktif, menguji jaraknya terhadap gerai existing, lalu memilih POI dengan konsentrasi aktivitas tertinggi.

1SHORTLISTAmbil POI kategori aktif

Kategori mengikuti checklist yang dipilih pengguna.

2BUFFER TESTHarus di luar buffer existing

Default: Inner 1 km · Outer 2 km · West Java 3 km.

3DENSITY TESTHitung POI sekitar ±500 m

Jumlah kategori aktif menjadi ukuran kepadatan lokal.

4EXACT POINTPilih POI dengan count tertinggi

Density index dan category fit menjadi tie-breaker.

03
CONSTRAINED OPTIMIZATION

Greedy allocation dengan kuota dan spacing

Kandidat eligible diurutkan dari Selection Score tertinggi. Model membaca kandidat satu per satu dan hanya memilihnya jika seluruh aturan berikut terpenuhi.

01Satu per kecamatan

Hanya kandidat terbaik yang mewakili setiap kecamatan.

02Kuota per region

Inner Jakarta 42 · Outer Jakarta 99 · West Java 144.

03Spacing antar-GAPURA

Default 1,5 km · 2,5 km · 4 km. Untuk dua region berbeda dipakai threshold yang lebih besar.

04Target maksimum 285

Target dapat kurang jika constraint tidak memungkinkan jumlah penuh.

04
OUTPUT INTERPRETATION

Cara membaca hasil model

Dashboard mempertahankan actual KPI dan skor model agar keputusan dapat ditelusuri dari nilai bisnis hingga alasan seleksi.

Selected

Memenuhi buffer existing, satu kecamatan satu GAPURA, kuota region, dan spacing antar-GAPURA.

Eligible

Memiliki POI yang lolos buffer existing, tetapi tidak masuk kuota atau kalah dalam aturan spacing.

Excluded

Tidak memiliki kategori POI aktif atau seluruh shortlist POI berada di dalam buffer gerai existing.

Yang dapat disimpulkanUSE
  • Prioritas relatif antar-kecamatan.
  • Lokasi POI yang paling strategis menurut data tersedia.
  • Dampak perubahan bobot, buffer, kategori, dan spacing.
  • Alasan kandidat selected, eligible, atau excluded.
Batasan interpretasiCAUTION
  • Revenue footprint bukan forecast incremental revenue.
  • Percentile menunjukkan posisi relatif, bukan besaran uplift.
  • Hasil bergantung pada kelengkapan dan kebaruan data POI/KPI.
  • Validasi lapangan tetap diperlukan sebelum eksekusi gerai.